Twenty Three (23)

28 01 2013

Mencapai usia 23 th bagi saya merupakan usia yang sangat penting, beberapa teman dan kerabat mentarget perubahan besar setiap siklus usia 5 tahunan dimulai dari usia 20, 25, 30, 35, 40, 45 dst. Menurut saya hal tersebut penting, mengapa karena kita sering melupakan target hidup kita karena terlalu sibuk dengan pekerjaan tanpa dilakukannya review mendalam mengenai diri sendiri.

Instropeksi merupakan hal yang misteri, kenapa? Jika intropeksi bersumber kepada sikap orang lain terhadap kita yang kurang terbuka akan menjadikan bias dalam menyimpulkannya. Sementara informasi yang bias juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat, lantas seperti apa seharusnya kita meng-introspeksi diri kita. Langkah terbaik mendapatkan informasi sebaik-baiknya, dan sejelas-jelasnya.

Menanyakan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja merupakan salah satu cara agar kita tahu secara jelas penilaian mereka terhadap diri kita. Penilaian itu tidak harus selalu baik, karena penilaian baik justru membuat kita terpaku di keadaan tersebut sementara penilaian buruk justru membuat kita berfikir dan memahami kenapa orang bisa berfikiran seperti itu terhadap kita.

Kenapa kita perlu menanyakan hal ini?, sebagian orang cuek dan acuh terhadap penilaian oranglain terhadap dirinya, padahal kita hidup bersama mereka. Memang asal kegiatan kita tidak merugikan mereka mungkin tidak masalah namun kan sebetulnya sesuatu merugikan atau tidak itu adalah suatu penilaian yang subjectif juga, atau tidak bisa kita melihatnya secara inside the box.

Kembali kepada usia 23 tahun saya, saya masih belum bisa melakukan apapun sendiri, saya masih bergantung kepada perusahaan yang memberi saya kehidupan. Sudah menjadi kewajiban bagi para karyawan berterimakasih kepada perusahaan yang telah memberikan kehidupan, setahun lebih 4 bulan setelah kelulusan dari Perguruan Tinggi saya sudah 3 kali berganti perusahaan, dari perusahaan kecil ke perusahaan 500 best company in the world dan kembali lagi ke perusahaan yang sedang.

Saya mencoba memetakan apa yang telah saya alami di 2 perusahaan sebelumnya, memang secara garis besar saat ini saya masih menganggap pekerjaan itu adalah masalah hubungan antar manusia, komunikasi dan koordinasi. Sisi teknikal kita bisa dapatkan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.

Entah karena kompleksitas yang cukup banyak, tidak hanya satu alasan saja akhirnya tahun 2013 ini bersamaan dengan usia 23 tahun saya ini, saya mencoba membuat keputusan yang sebetulnya agak berat. Namun pesan ayah saya bahwa “ketika keputusan sudah diambil, selanjutnya berserah diri”. Saya kembali ke masa-masa disaat saya membuat keputusan penting ini.

Kenapa keputusan ini penting? Bagi sebagian orang dalam memilih pekerjaan tentu salary adalah hal penting, saya juga tidak menampik itu. Namun di luar itu saya merasa seoalah-olah saya terlalu dibayar mahal oleh perusahaan padahal saya tidak melakukan sesuatu yang cukup signifikan bagi perusahaan tersebut. Ini mungkin sisi idealism seorang muda, namun saya rasakan itu tidak begitu enak. Meskipun orang menganggap kita hebat dan sukses jika kita secara financial mampu hidup dan menghidupi orang lain dengan layak.

Saya masih juga mencari mengenai jiwa saya, karena entah dari mana asalnya saya merasa bahwa your job is your soul, ya pekerjaan merupakan sesuatu yang cukup membuat saya bersemangat sekali menjalani rutinitas sehari-hari, meski terkadang rasa jenuh dan bosan selalu ada. tetapi mindset positif dan selalu meningkatkan kemampuan diri menjadi semakin menantang. Saya percaya orang hebat tidak dipertemukan dengan keadaan yang enak ketika masih muda, sejujurnya saya masih mencari seorang sosok guru kehidupan untuk diri saya.

Sampai saat ini, saya belum menemukan sosok guru baik di kehidupan maupun di pekerjaan, dan saya yakin sekali ketika saya menemukan guru tersebut, saya akan mampu menjadi diri saya sepenuhnya. Selama ini saya masih merasa bersembunyi dari kehidupan dan belum bisa survive dengan baik.

Charles Darwin mengatakan, bukanlah yang terkuat yang akan menang, bukan pula yang tercerdas akan tetapi yang mampu bertahan dia yang mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan. Nasihat dari Darwin diatas di percayai oleh beberapa orang hebat, seperti apa orang hebat versi saya : versi saya orang hebat adalah orang yang telah saya temukan melalui kegiatan yang saya alami dalam hidup saya, ketika saya membaca sebuah buku ang begitu menginspirasi saya, saya merasa penulis itu adalah orang hebat karena saya sama sekali tidak akan pernah bisa menuliskan sesuatu seperti yang dia tulis, ketika saya berbicara dengan orang lain saya merasa mereka adalah orang orang hebat karena topic pembicaraan kami yang sangat menarik.

Memang diluar kesadaran itu, saya sering lupa untuk meng-hebatkan diri saya yang katanya itu perlu. Saya akhir-akhir ini mulai focus kepada keilmuan yang akan saya teruskan, pepatah “alah bisa karena biasa”, memang seseorang yang menghabiskan waktu yang sama di bidang yang sama akan menghasilkan kemampuan masing-masing orang berbeda, kenapa? Karena menurut Sabrang setiap orang melakukan proses belajar yang berbeda jika kita tertarik akan sesuatu hal maka kita akan lebih mengerahkan kemampuan diri kita ke sesuatu yang kita sukai itu.

Baiklah tulisan saya diatas sepertinya mungkin tidak sistematis,
Pertama,
Latar belakangnya pengalaman saya yang selama 23 tahun,
Kedua,
Tujuan penulisan agar pembaca mengenal bahwa saya masih sedang mencari,
Ketiga,
Tidak adanya hipotesa dan kesimpulan yang di dapat dari membaca tulisan diatas.

Lalu pertanyaannya apakah unsur sastra itu selalu sistematis?
Seharusnya ya, sehingga kita paham akan apa yang akan kita sampaikan dan kita inginkan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: