Sifat Indeks Tanah Bagian 1

20 05 2013

setelah sebelumnya saya memposting mengenai kode etik HATTI disini , kemudian syarat inti yang harus dikuasai calon geotechnial engineer adalah 1. Sifat Indeks Tanah.

dalam menjawab suatu permasalahan secara komprehensif tentu rumus 5W + 1H, masih sangat penting dewasa ini meskipun metode 5W + 1H sudah diajarkan sejak jaman saya SMP waktu itu.

1. What (Apa) sifat indeks tanah itu, pertanyaan definisi mengenai istilah teknis tentu tidak sesulit menjawab definisi istilah non teknis, yang mana tentu hanya akan ada satu pengertian saja mengenai sifat indeks tanah itu?

2. Who (Siapa) sifat indeks tanah, tentu kata who tidak selalu bermakna subject hidup seperti orang atau binatang, namun bisa juga who adalah suatu profesi, seperti disini siapa yang membutuhkan informasi sifat indeks tanah, tentu jawabannya ya seorang geotechnical engineer.

3. When (kapan), kapan ini tidak selalu berbicara tentang waktu kejadian, tetapi bisa berarti juga kita mengenal sejarah dari sifat indeks tanah itu.

4. Where (Dimana), dimana sifat indeks tanah di butuhkan? pada saat perencanaan saja atau pada saat pelaksanaan juga tetap di butuhkan? atau dimana kita belajar mengenai sifat indeks tanah ini?

5. Why (Mengapa), pertanyaan why selalu agak sulit untuk di jawab karena memerlukan pemikiran terlebih dahulu, tidak seperti 4W sebelumnya, yang bisa kita jawab dengan lebih mudah, mengapa saya perlu mengetahui sifat indeks tanah, seberapa penting saya harus menguasainya? dan lain sebagainya.

6. How (Bagaimana), pada saat sudah mencapai tingkatan terakhir adalah pertanyaannya “Bagaimana”, bagaimana cara saya mendapatkan parameter sifat indeks tanah, bagaimana saya menganalisanya, bagaimana saya mengkontrolnya, dan yang lebih tinggi lagi adalah bagaimana saya mengembangkannya sifat indeks tanah ini.

salah satu alat kalibrasi untuk mengetahui kemampuan kita dalam sesuatu hal hendaknya selalu kita tanyakan 5W+1H itu pada diri kita sendiri, jika kita sudah menganggap kita bisa dan jago, artinya kita pasti tidak kesulitan menjawab 5W + 1H itu, tentu pengembangan pertanyaan melalui 5W + 1H juga tergantung dari keilmuan kita masing-masing, terkadang pembatas pikiran kita adalah kelimuan kita yang kurang.

beranjak dari situ, di HATTI sudah dijelaskan pula, apa saja yang perlu dikuasai dari materi sifat indeks tanah, mungkin tidak susah bagi yang sudah lama menggeluti bidang ini terutama yang kesehariannya di lab mekanika tanah, berikuti ini adalah materi sifat indeks tanah yang harus dikuasai oleh calaon geotechnical engineer bersertifikat,

secar garis besar indikatornya adalah sebagai berikut :

A.     Menentukan Sifat Indeks Tanah

  1. Menguasai Metode Pengambilan Contoh Tanah
    • Dapat Menjelaskan pengambilan contoh tanah (bor tangan, bor mesin, dan test pit), test pit (lubang uji tanah biasanya 1 x 1 x 1m, diamati dari galian tersebut letak layer tanah dimana adanya perubahan warna, jenis tanah dan sebagainya.)
  1. Dapat menjelaskan perbedaan dari contoh tanah tak terganggu dan terganggu ( undisturbed and disturbed sample)
  2. Dapat menjelaskan pengambilan tanah kohesif (lempung/clay) dan non kohesif (pasir/sand)
  3. Menguasai Standar Pengujian Sifat Indeks Tanah
    • Dapat menjelaskan metode standar pengujian untuk mendapatkan sifat indeks tanah
    • Dapat menjelaskan pelaksanaan dan perhitungan pengujian tanah untuk mendapatkan berat volume (Ws), berat jenis (gs), batas-batas Atterberg (Liquid Limit, Plastic Limit, and Shrinkage Limit, for Water Limit), Gradasi (Cu_coeficient of uniform, Cc_coeficient of concavity, besar ukuran butir menggunakan wire mesh), porositas tanah (perbandingan volume pori dengan volume total (n=Vv/V)), angka pori (perbandingan volume pori dengan volume tanah (e=Vv/Vs)), dan derajat kejenuhan tanah (Sr=e/1-e), Berat jenis tanah (Gs = gs/gw),
    • Dapat menginterpretasi hasil uji sifat indeks tanah seperti dinyatakan dalam item no. b di atas.
  4. Menguasai Sifat Indeks Tanah
    • Dapat menjelaskan definisi dari indeks tanah : Ws, gs, gw, LL, PL, SL, WL, Grain Size Analysis, n, e, Sr, Gs)
    • Dapat menjelaskan nilai-nilai batas dari sifat indeks tanah
    • Dapat menjelaskan pemakaian dari sifat indeks tanah untuk melakukan klasifikasi tanah (USCS, AASTHO, etc)
    • Dapat menjelaskan hubungan sifat indeks tanah dengan sifat hidrolisis tanah

sementara itu dulu secara garis besarnya bahwa sifat indeks tanah dalam bahasa saya seperti karakteristik tanahnya, belum bicara ke kekuatan mentalnya, karakter fisiknya saja yang kita lihat, tanpa di perlukan pemberian tekanan (tegangan) pada tanah hanya cukup meng-karakter-kan tanah terlebih dahulu.

namun tentu saja banyak hubungannya antara karakter fisik ini dan karakter mentalnya. analaginya seperti manusia, meskipun terlalu luas perbandingannya, namun saya rasa cukup untuk menggambarkannya, sifat indeks tanah ibarat sifat fisik manusia tampak luarnya yang bisa kita dapatkan dari indera kita (simplenya seperti itu), belum kepada kelakuan tanahnya,.

tentu saja pengertian yang saya tulis jika keliru mohon kritik dan sarannya, karena saya juga masih belajar.

terimakasih, nanti akan di lanjutkan.

MA


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: