Geotechnical Engineering Modeling

16 06 2013

Barusan membaca email dari milis Forum Geoteknik Indonesia (FGI), ada pertanyaan menarik dari kawan FGI yang sudah di jawab oleh Ahlinya, mungkin pertanyaan itu juga mewakili anggota yang lainnya..

(mohon ijinnya Pak Haje untuk saya publish yang di milis FGI)

berikut ini adalah ulasan yang di bahas Pak Haje sebagai penjawab dan juga sebagai moderator di FGI.

” 

Pertanyaannya saya tulis kembali:
 
1. Ada tidak kriteria penentuan design value untuk material konstruksi bendungan di indonesia?  yang pernah saya denger dari orang2 senior dibendungan adalah sebagai berikut :
a. Tidak diperkenankan mengambil nilai rata2
b. Untuk disain yang konservatif dapat diambil nilai minimum/ batas bawah/lower bond
c. Untuk material konstruksi yang belum diketahui karakteristiknya bisa diambil kriteria disain konservatif
d. Paramter disain diambil 80% dari nilai yang terpenuhi
 
Jwb:
Sebenarnya tergantung dari jumlah dan variasi data yg ada mas. Utk kuat geser tanah effective (c’ dan phi’), disarankan utk menggabungkan data dari trixial CU dari lab di dalam satu plot. Jadi misalnya kita punya tiga titik plot dari satu test, dan kita punya 10 hasil test dari material yg sama, maka saya akan mendapat 3×10 titik yg menghubungkan antara tegangan effektif dan kuat geser pada tegangan efektif tsb (kurfa Mohr-Coulomb). Dari gabungan titik2 ini kita bisa membuat nilai lower bound dan upper bound yg memadai. Mudah2an maksud saya bisa tertangkap.
 
Biasanya yg saya lakukan adalah mencari nilai “Best Estimate”  yg merupakan kurva yg terletak 1/3 di atas kurfa terendah. Maksudnya, ada 10 data yg berada di bawah kurfa ini dan 20 data lainnya berada di atas kurfa ini.
Utk memeriksa sensitifitas Stabilitas bendung, maka saya gunakan nilai “Lower Bound”  yaitu kurfa yg paling rendah.
Utk analisa undrained, terutama utk kasus galian, saya akan menggunakan data dari SPT atau CPT, digabungkan dengan data txCU yg di dapat dari plot tegangan total (bukan tegangan efektif). Caranya juga sama spt di atas. Aturannya dlm dunia profesi sini di sebut ‘1/3-2/3’ rule katanya, dlm istilah kerennya disebut dengan nilai ‘67% percentile”.
 
Kisaran nilai sudut geser tegangan efektif biasanya gak begitu besar, jadi pengaruhnya thd perhitungan stabilitas bendung biasanya tdk begitu besar.
 
Tapi, untuk kondisi undrained, nilai kisarannya bisa sangat besar. Oleh karena itu biasanya konsultan suka mengambil nilai terendah, karena gak mau ambil risiko. 
 
2. Bagaimana seharusnya metode terbaik untuk menentukan design value pa, terutama gamma, shear strength koef.permeability, dll?
 
Utk nilai gamma, ambil yg terbesar juga gak apa2, karena variasinya juga tidak banyak. Paling berkisar antara 18 -21 kN/m3 atau 1.8 – 2.1 t/m3. Diambil rata2 juga gpp saya kira. I do this all the time.
 
Utk shear strength, lihat penjelasan di atas karena impaknya bisa serius.
 
Utk permeabilitas, bisa dicari dg cara di atas juga, dan lakukan analisa sensitivitas. Kalau kita menggunakan nilai k ini utk mendisain dewatering, yakinkan kita mendapat nilai k ini dari test lapangan yg representatif.
Kenapa? karena nilai permeabilitas variasinya bisa besar (puluhan kali bedanya). Akibatnya, kalau kita menghitung jumlah volume air yg akan dipompa sebanyak 100 liter/detik misalnya, bisa saja yg kita pompa hanya 10 liter/detik atau kurang dari itu, atau sebaliknya bisa 1000 liter/detik.
Ada kasus yg terjadi di salah satu site yg saya tangani. Konsultan menghitung debit air yg akan dipompa sebanyak 35 liter/detik. Oleh karena itu mereka mendisain pompa yg cukup besar utk mengatasi jumlah debit air itu.
Yg didapat di lapangan hanya 1 liter/detik! 
Pas saya periksa hitungannya, terlalu banyak simplifikasi dan asumsi yg tdk realistis.  Payah pokona mah😦, padahal itu salah satu konsultan ternama di dunia🙂..Pas saya tanya, dia gak bisa jawab, dia bilang bukan saya yg menghitungnya ..
 
3.Saya pernah baca tentang analisis variance (ANOVA) untuk menentukan parameter design dan korelasi antar parameter, bagaimana pendapat bpk,& teman2 FGI ttg metode statistik ini?
 
Utk analisa statistik, saya mah gak pernah pakai. Karena analisa statistik baru bisa bagus kalau kita punya data yg cukup banyak.
 
Itu kira2 yg saya bisa sampaikan mas. kalau masih ada yg mengganjel, feel free to ask again.
Silakan yang lain utk menambahkan.”
 
saya copy persis karena postingnya memang mngacu kepada bahasan di milis itu. 
 
dari jawaban diatas saya merasa sangat terbantu setidaknya selama ini dalam menentukan parameter design saya seringkali memang membuat modeling namun selalu ada saja revisi modeling saya dari senior saya, dalam pekerjaan sehari-hari saya terlibat dalam membuat design axial fondasi, lateral, shoring, dan slope stability.
 
dari pengalaman saya umumnya saya menggunakan metode statistik sederhana seprti mean, median, modus untuk menetukan parameter design, mengapa parameter ini menjadi penting beberapa geotecnical engineer menyebut ini sebagai engineering judment a.k.a art of engineering. 
 
menarik memang sekalipun dua orang ahli geoteknik di berikan data tanah yang sama, dalam perhitungan baik itu axial, lateral, shoring, dwall, angkur tentu saja akan menghasilkan output yang berbeda meskipun tidak jauh perbedaannya. berawal dari itu geotechnical engineering seperti sebuah ilmu pasti yang tidak pasti.
 
perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh pemilihan parameter design yang berbeda, namun pihak owner dan kontraktor selalu menyebut perbedaan parameter design ini dengan istilah konservatif (over design) dan confidence. yang saya alami sampai hari ini saya sih tentu saja masih pada tahap konservatif.
 
para pakar geoteknik yang sudah berpengalamanpun saya rasa masih lebih mengutamakan konservatif kecuali memang beberapa hal yang memang masih bisa di optimalisasi dengan baik. dalam parameter design seringkali golongan konservatif memakai parameter yang lebih konservatif, baik itu N-SPT average, gamma average, Shear Strength, dsb.
 
kenapa dalam pemilihan design ini tidak menggunakan metode statistik saja, dalam praktik seringkali sample uji tanah yang di lakukan cukup banyak, karena anggapan saya metode statistik hanya baik jika datanya cukup dan kualitas datanya baik pula.
 

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: