Slope Stability

26 06 2013

apa itu slope stability, bisa diartikan sebagai kestabilan lereng.

mengapa perlunya adanya perhitungan slope stability, umumnya bagian yang miring atau adanya perbedaan ketinggian kontur tanah bisa menyebabkan keruntuhan (longsor) pada kontur tanah yang lebih tinggi ke tanah yang lebih rendah. kejadian longsor ini karena adanya ketidakseimbangan gaya yang bekerja.

jika kita pernah melewati jalan antar kota yang melewati gunung biasanya sering sekali ditemukan lereng yang di perkuat, lalu apakah ada perbedaan antara slope stability dan dinding penahan tanah. kalau dalam pemahaman saya, seperti ini slope stability adalah suatu jenis kestabilan yang akan kita hitung untuk ditentukan apakah konstruksi yang cocok untuk slope stabilitynya, baik itu dengan DPT, atau bahkan tanpa DPT.

kata slope sendiri kalo diartikan ke bahasa indonesia mungkin bisa menjadi kata bidang miring, bidang miring umumnya tidak stabil dalam hal ini misalkan tanah yang miring, hampir setiap cabang dari mekanika mengajarkan kita kestabilan (equilibrum). lalu bagaimana cara menghitung slope stability, baik itu untuk tanah maupun untuk batuan.

pertama yang mesti kita kuasai adalah metode perhitungannya, dari metode perhitungan yang ada kita bisa mencari parameter apa saja yang kita butuhkan untuk proses penghitunganya, setelah mendapatkan parameter yang dibutuhkan melalui uji tanah yang dilakukan kemudian kita melakukan modeling terhadap slopenya.

ilmu modeling teknik, sampai sekarang pun saya masih mempelajarinya, karena dari pengalaman saya setiap ahli teknik khususnya geoteknik mempunyai cara tersendiri dalam membuat modeling, sehingga output dari para ahli tersebut jelas berbeda, meskipun dengan data yang sama. sebagian orang mengatakan ini sebagai sense of art dari ilmu teknik khususnya geoteknik sekalipun geoteknik ini sebuah ilmu pasti namun tidak pasti.

semua yang desainer geoteknik analisa adalah sebuah nilai estimasi, tapi tentu harus yang “best estimate”.

kategori keruntuhan slope, menurut Cruden and Varnes (1996), adalah sebagai berikut :

1. Fall. This is the detachment of soil and/or rock fragments that fall down a slope.
2. Topple. This is a forward rotation of soil and/or rock mass about an axis below the center of gravity of mass being displaced.
3. Slide. This is the downward movement of a soil mass occurring on a surface of rupture.
4. Spread. This is a form of slide  by translation. It occurs by “sudden movement of water-bearing seams of sands or silts overlain by clays or loaded by fills.
5. Flow. This is a downward movement of soil mass similar to a viscous fluid.

Faktor Keamanan (Factor of Safety) dalam Slope,

dalam mendesain slope yang dianalisa oleh desainer yaitu faktor keamanannya, dimana dirumuskan sebagai berikut :

Fs = Tf / Td, dimana :

Fs = Factor of Safety, Tf = Kuat geser tanah rata-rata, dan Td = kuat geser rata – rata yang menyebabkan keruntuhan permukaan.

Kuat Geser Tanah (Shear Strength of Soils) terdiri dari dua komponen yaitu ; kohesi (c’) dan sudut geser dalam (phi’), dimana rumus dari kuat gesernya, Tf (tau) = c’ + (Sigma’ x tan phi’),

dalam analisa kestabilan lereng, ada beberapa metode Limit Equilibrum untuk menganalisanya yaitu sebagai berikut :

 

1. Fellenius / Swedish, 2. Bishop, 3. Janbu, 4. Morgenstren Price, 5. Spencer, dan 6. Sarma.

dimana rangkuman dari cara LEM diatas adalah sebagai berikut :

slope method

 

 

Source :

– Braja M Das, Principle of Geotechnical Engineering, 2010.

– Gouw TL & Dave, Analisa Stabilitas Lereng LEM vs FEM, 2012.

 

BR,

Massa

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: