Ilustrasi Sederhana Tentang Geotechnical Engineering

27 07 2013

saya agak kesulitan meng-Indonesia-kan kata “Geotechnical Engineering”, karenanya saya tetap menggunakan kata tersebut dalam judul, tulisan berikut ini merupakan hasil dari text book , Atkinson.Mechanics Soil and Foundation_2Ed_2007. di awal bahasan buku tersebut dijelaskan beberapa ilustrasi sederhana dalam memahami geoteknikal enjineering, yaitu sebagai berikut :

1. Soil Grain ( Ukuran Butir Tanah)

dalam ilustrasi ini alat yang diperlukan yaitu : 1 kaca pembesar dan botol bersih, ambil sampel tanah dari tempat yang berbeda dan amati besar ukuran butirnya. untuk yang lokasi dekat pantai dapat dengan mudah menemukan sand and gravel (pasir dan kerikil). di rumah bisa mengambil sampel tanah dari kebun dan ambil pasir dari bahan bangunan, keringkan tanah di oven sekitar 100 derajat celcius jika sampel tanah menjadi satu tumbuk dengan palu kecil. lalu klasifikasikan ukuran butirnya sebagai berikut :

– < 0.01 mm, 0.01 mm s/d 0.1 mm, 0.1 mm s/d 1 mm, 1 mm s/d 10 mm, dan > 10 mm

untuk butir tanah yang lebih dari 0.1 mm bisa dengan mudah memisahkan dengan mata telanjang, dan yang lebih besar dari 0.01 mm dengan menggunakan kaca pembesar yang telah disiapkan. perkirakan proporsi butiran tanah yang telah diklasifikasikan dan kemudian gambarkan dengan kurva.

cara kedua masukan beberapa sample tanah kedalam botol air, isi botol dengan air sekitar 3/4 nya, kocok botol lalu tiriskan selama 24 jam untuk menunggu air yang diatas menjadi bening kembali, ukuran butir terbesar akan mengendap terlebih dahulu dan akan berada pada lapisan paling bawah di botol tersebut, selanjutnya yang ukuran lebih kecil akan berada diatasnya. jika dalam 24 jam air diatas endapan tidak menjadi bening maka tanah tersebut dipastikan adalah clay (lempung). kemudian gambarkan kurvanya berdasarkan proporsinya.

setelah pengamatan tersebut lakukan pengamatan juga terhadap bentuk butirannya bersudut atau tidak, halus atau kasar, mudah terpisah atau tidak.

jenis tanah yang telah diklasifikasikan ini bisa dilihat dalam klasifikasi sistem USCS, sebagai berikut :

USCS

2.  Soil State (Keadaan Tanah)

untuk ilustrasi ini perlu contoh tanah pasir yang bersih (belum tercampur lempung), dan  gelas bening bersisi lurus, jenis pasir yang diperlukan yaitu yang ukurannya lebih dari 1 mm, dan tidak bersudut, bisa didapatkan dari pantai atau dari tukang bangunan. ukur diamter dari gelas tadi dan masukan pasir sekitar 3/4 dari gelas. taruh gelas kosong diatas cawan dan isi penuh dengan air, kemudian pasir digelas satunya dimasukan kedalam gelas yang berisi air tadi, air yang tumpah merupakan volume dari pasir tadi. anda bisa mengitung berat spesifik dari pasir berkisar Gs = 2.6-2.7 ((masa pasir/volume pasir)/berat jenis air),

pada pasir yang lepas. ukur ketinggian pasir dan hitung volume pasir dalam gelas, kemudian hitung void ratio (e) dan specific volume (vs), water content(w), dan berat jenisnya (gamma), dari cara tersebut bisa didapatkan total tegangan vertikal, tekanan air, dan tekanan efektif dari ujung bawah gelas.

kemudian getarkan gelas, bisa dengan menumbuk pasir menggunakan palu karet atau kayu dengan perlahan. pasir akan turun dari ketinggian semula menjadi ketinggian baru, hitung perbedaan volume setelah dipadatkan tersebut dan didapatkan kepadatan dari pasirnya.

3. Slope in Sand (Lereng pada tanah pasir)

percobaan ini memerlukan alat sebegai berikut : contoh tanah pasir bersih, gelas plastik, mangkok cuci, botol, dan tabung karet, sampel tanah pasir bisa di dapatkan dari pasir,……… (akan dilanjutkan segera)

4. Unconfined Compressive Strength

5. Undrained Loading of Sand

6. Excavation

7. Shallow Foundation

8. Piled Foundation

9. Failure of Earth of dams


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: