Koordinasi Antara Geotechnical Engineer dan Structural Engineer

28 07 2013

Stakeholder dalam dunia konstruksi diisi oleh berbagai cabang keahlian dari teknik sipil, dalam tahap awal perencanaan misalnya banyak yang terlibat disini umumnya owner, arsitek, perencana struktur dan perencana geoteknik, dan ada juga perencana landscape, ME dlsb.

dalam pembangunan sebuah gedung baik untuk peruntukan Hotel, Kantor, Apartemen, ataupun juga dalam pembangunan jembatan misalnya, banyak stakeholder yang terlibat. bahasan disini di khususkan mengenai koordinasi antara engineer struktur dan engineer geoteknik.

peranannya geotechnical engineer :

– mendesain struktur bawah

– menentukan titik test tanah soil boring dan sondir

– evaluasi soil parameter

– menentukan jenis pondasi yang akan di pakai

– perhitungan axial capacity single dan group

– perhitungan lateral capacity

– perhitungan besarnya penurunan tanah (settlement)

– menentukan sistem penahan galian (shoring)

– perhitungan kestabilan lereng

– perhitungan dewatering

peranan struktur engineer

– perhitungan beban struktur atas pada kolom dan pemindahan beban ke pondasi

– pemilihan tipe struktur atas

– perhitungan gaya yang bekerja pada struktur atas (semua kombinasi, LL+DL+WL+EL)

–  dlsb.

untuk hal pemilhan pondasi tiang saja, Prof. Paulus Pramono R. (UNPAR) dalam buku Manual Pondasi Tiang Edisi 4, memaparkan koordinasi antara geoteknik dan struktur engineer perlu memperhatikan aspek penting dalam desain awal diantaranya :

1. pemilihan awal dan akhir dari jenis tiang

2. deformasi tiang yang diijinkan

3. evaluasi awal data geoteknik dan kondisi pelapisan tanah

4. penentuan kondisi pembebanan, efek pembebanan, mekanisme keruntuhan yang potensial, dan masalah-masalah lain yang diperlukan dalam permodelan

5. jarak tiang minimum dan maksimum

6. kemiringan maksimum tiang

7. kapasitas lateral tiang

8. dimensi dan daya dukung tiang

9. tegangan maksimum pada saat konstruksi dan pemancangan tiang

10. rencana uji pembebanan dan pemantauan

11. kemampuan pemancangan tiang (drivability) untuk mencapai kapasitas tertentu.

selain itu hal penting lainnya dalam penentuan elevasi tanah, ini dikarenakan seringkali ada perbedaan elevasi topograpi dan elevasi aktual sehingga selalu perlu dicantumkan angka konversi dari topografi ke elevasi bangunan.

love regards,

MA


Actions

Information

One response

18 03 2015
Arland Asra

untuk pengetesan PDA,PIT,LOADING TEST dan sondir silahkan hubungi di 085274736467 (ARLAND), HARGA BISA DI NEGO. kami melayani dimanapun anda berada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: