antara kepercayaan diri dan kesombongan

12 03 2014

kau boleh idolakan siapapun saja akan tetapi kau tetap harus menjadi dirimu sendiri, begitu kata seorang bijak. entah apa yang membuat saya cukup produktif menulis belakangan ini, boleh jadi lantaran saya sedang merasakan apa yang dinamakan “kesepian”. ada hal yang memang perlu kita ketahui dan ada juga hal yang justru sebaiknya tidak kita ketahui.

banyak orang yang justru tidak mempunyai cita-cita malah berhasil menjadi orang yang bermanfaat, dan sedikit orang yang bercita-cita tinggi justru malah tidak berhasil. ada orang yang karena tidak mengerti bagaimana caranya menyapa, lantas banyak orang mengatakan dia sombong, ada orang yang karena selalu setuju apapun saja dalam rapat, lantas orang menyebutnya tidak percaya diri. ada orang yang usianya masih relatif muda namun ketertarikannya pada hal-hal yang justru dilakukan oleh orang yang sudah tua, lantas orang menyebutnya tidak enerjik. ada orang yang sangat tidak mengenal diri-nya sehingga dia kejar dan kagumi orang yang lebih tinggi darinya untuk dia jadikan istri, dia telah berusaha namun gagal dua kali beruntun lantas orang menyebutnya tidak tahu diri untuk segera berbenah dan segera downgrade. orang itu merasa sombong untuk tidak ikut daftar CPNS dengan alasan PNS tidak berkembang, padahal mungkin di pekerjaan dia sekarang pun dia tidak berkembang sama sekali. sayang sungguh sayang orang itu masih belum berbenah diri, untuk segera berubah. dia masih merokok meskipun orang yang menyayanginya menyarankan dia untuk berhenti, dia masih jarang mandi meskipun orang yang benar-benar menyayanginya menyarankan untuk memperbaiki penampilannya, setidaknya rapilah sedikit. dia masih belum terlalu doyan makan meskipun orang-orang yang menyayanginya terus berusaha menyuapi dia makanan. dia sering berpura-pura minta saran padahal dia sudah tahu akan hal itu. orang yang menyayanginya menyarankan dia untuk segera mencari jodoh.

kalau bukan karena Engkau, Ya Allah. orang ini sungguh hampir tidak ada manfaatnya sama sekali, dia belajar dari yang dia dapat, dan sangat sedikit sekali pengalamannya. sehingga orang yang menyayanginya menyarankan dia untuk ikut volunter kegiatan sosial, namun lagi-lagi dia tidak mampu melakukannya. sekalipun dia sering mengatasnamakan kemandirian dalam melakukan banyak hal, tingkat kesombongannya sudah melampaui batas, namun kepercayaan dirinya sangatlah kosong.

kalau bukan hidayah dan petunjuk dari-Mu ya Allah, mungkin akan menjadi buruk nasibnya. yang dia takutkan mati dalam keadaan sendiri, ya Allah bantulah dia untuk menemukan kepercayaan dirinya sehingga dia mampu hidup dengan seharusnya dan dalam naungan hidayah-Mu, meskipun yang dia bisa hanya berdoa tanpa mengerti bagaimana caranya berusaha. tolonglah dia agar mengerti bagaimana caranya berdoa dan mengerti caranya berusaha. pikirannya terlalu rumit untuk menjelaskan yang sederhana karena dia terlalu sombong dan menganggap bahwa pikiran sederhana adalah tanda kebodohan.

ya Allah, Ihdinas Shiratal Mustaqim.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: