Books : An Introduction to Geotechnical Engineering (2)

12 03 2014

sebelumnya setelah penulisan outline-nya dari buku tsb disini sekarang saya mencoba untuk memaparkan bab I dengan lebih detail sebagai bahan belajar saya :

1. INTRODUCTION TO GEOTECHNICAL ENGINEERING

1.1 Geotechnical Engineering

1.2 The Unique Nature of Soil and Rock Materials

1.3 Suggested Approach to the Study of Geotechnical Engineering

1.4 Scope of this Book

1.5 Soil Formation and the Nature of Soil Constituents

1.6 Historical Development of Geotechnical Engineering

1.7 Notes on Symbols and Units

mungkin inilah yang dimaksud tahapan bahwa untuk benar-benar mengerti dan belajar kita sudah sewajarnya ada tahapan yang mesti dilewati, tidak bisa kita langsung jago dalam suatu hal kecuali atas ijin Tuhan.

sub-bab I 1.1 yaitu : Geotechnical Engineering

Geotechnical Engineering : aplikasi terapan dari teknologi teknik sipil untuk aspek yang berhubungan dengan bumi (tanah)., terutama pada materail alam yang dekat atau di permukaan bumi. para insinyur sipil mengenal ini dengan tanah (soil) dan batu (rock).

pengertian tanah sendiri dalam sudut pandang teknik sipil : kumpulan mineral yang relatif lepas , material organik, dan endapan yang ada diatas lapisan bedrock (lapisan keras di bawah kerak bumi). tanah sangat mudah rusak partikelnya sementara batu ikatan antar partikelnya relatif lebih kuat.

geotechnical engineering mempunyai beberapa aspek ; soil mechanics (mekanika tanah) yaitu cabang dari geotechnical engineering yang berhubungan dengan sifat mekanik tanah dan indek properties tanahnya. ; rock mechanics (mekanika batuan) yaitu berhubungan dengan sifat mekanik batuan dan index propertiesnya.

soil mechanics menerapkan prinsip dasar dari mekanik, meliputi : kinematika, dinamik, fluida, mekanika dari material tanahnya sendiri. dengan kata lain, tanah lebih dari rumit dari air, baja maupun beton.

foundation engineering : merupakan aplikasi dari geology, soil mechanics, rock mechanics, and structural engineering untuk mendesain sebuah konstruksi bangunan sipil. seorang foundation engineer harus mampu memprediksi performance atau respon dari tanah maupun batuan tempat berdirinya fondasi agar mampu menahan beban dari struktur diatasnya.

1.2 The Unique Nature of Soil and Rock Materials

Geotechnical engineering lebih mengarah kepada “art” dikarenakan dari sifat dasar tanah dan batuan, dimana banyak sekali variabel yang terkait didalamnya, meskipun barangkali jaraknya hanya beberapa milimeter. dengan kata lain tanah adalah material yang sangat tidak seragam dibanding material yang seragam. secara umum tanah termasuk material yang non-liniear, diagram tegangan – regangannya bukanlah persamaan garis lurus. yang lebih rumit lagi bahwa tanah merupakan non-conservative material, tanah bisa menyimpan memori apa yang telah terjadi pada tanah itu sendiri, sebagai contoh tanah yang sudah di uji triaxial misalnya begitu di re-test lagi tanah tersebut maka akan berbeda hasilnnya. tanah juga termasuk material yang an-isotropic yaitu material yang mempunyai engineering properties yang tidak sama dalam semua arahnya. ini merupkan ciri khas material tanah dibanding material lain yang bisa sdh di pabrikasi seperti beton atau baja yang lebih mempunyai sifat material yang isotropic.

mungkin itulah mengapa Karl Terzaghi pernah mengatakan “the product of nature are always complex, i.e : soils”. itulah mengapa karena tingkat uncertainty yang tinggi dalam material tanah atau batu, dalam perencanaan sering kita mengenal “safety factor” atau faktor keamanan yang umumnya minimal 2. kesuksesan seorang geotechnical engineer mungkin lebih kepada “feel”-nya yang mampu mendesain pondasi ataupun penahan galian yang aman tetapi tetap ekonomis dan structure engineer bisa membangun bangunannya dengan aman sesuai dengan kriteria : safe/strength, comfortable, and rigid.

1.3 suggested approach to the study of geotechnical engineering

dikarenakan tanah dan batuan merupakan material alam, maka test lapangan dan laboratorium sama pentingnya. untuk mulai mengembangkan “feel” di geoteknik bisa melalui test-test yang dilakukan di laboratorium, tujuannya untuk membangun “bank data” terkait sifat-sifat tanah baik mekanis maupun non-mekanis pada tanah.

1.4 scope of this book

cakupan dalam buku ini lebih mengarah kepada “engineering behaviour” pada tanah. dasar sebelum merancang fondasi adalah pengetahuan yang cukup terkait dengan perilaku teknis dari berbagai jenis tanah yang ada.

——————

(to be continue…)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: