Penentuan Letak dan Banyaknya Titik Bor dan Sondir

31 03 2016

Kebetulan awalanya saya mencari referensi terkait judul di atas, saya coba browsing standar yang mengatur hal tersebut namun tidak ketemu, malah saya ketemu dengan link mengenai penyusunan usulan SNI Kriteria Perencanaan Geoteknik dan Kegempaan beritanya disini, dan saya cek di website nya BSN, ternyata status SNI tersebut baru dan masih sedang dalam usulan dan pembahasan, berita nya disini, menurut hemat saya besar kemungkinan usulan SNI tersebut memuat informasi diantaranya Penentuan Letak dan Banyaknya Titik Bor dan Sondir.

Kemudian secara tidak sengaja malah ketemu Papernya Bapak Ir. Muhrozi, MS yang berjudul “Soil Test, Masalah dan Aplikasinya pada Tanah Lunak” paper tersebut saya dapatkan link tersebut disini, saya berterimakasih dengan paper tersebut karena saya setidaknya menemukan informasi/referensi yang saya butuhkan :

berikut ini copy-an dari paper tersebut terkait judul di atas

——————————–

Penentuan Letak dan Banyaknya Titik Bor dan Sondir

Untuk menentukan letak dan banyaknya titik bor dan sondir suatu proyek banyak ditentukan oleh : jenis dan karakteristik sruktur bangunan atas yang direncanakan, keanekaragaman sruktur geologi dan kondisi topografi daerah setempat, serta lokasi atau daerah yang dianggap kritis. Pedoman penentuan letak dan banyaknya bor dan sodir belum ada acuan yang jelas/pasti, dari berbagai sumber yang pernah kami dapat dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Untuk proyek baru yang luas, untuk survey pendahuluan jarak titik bor dan sondir antara 50 m sampai 150 m satu dengan yang lainnya. Sedangkan pada survey detail penentuan titik-titik bor dan sondir harus dilakukan pada bangunan yang berat dan penting.

b. Untuk sruktur yang besar dengan jarak kolom dekat, tempatkan titik-titik bor dan sondir berjarak 15 – 25 m, utamakan meletakkan titik bor dan sondir pada kolom yang bebannya berat, lokasi shearwall, lokasi ruang mesin dan sebagainya.

c. Bangunan Jembatan, tempatkan titik bor dan sondir ditengah/sekitar perletakan pondasi, jika tanah diragukan perlu dilakukan pemboran kearah keliling pondasi. Pada timbunan oprit jembatan yang tinggi dan lebar, minimal dilakukan 1 (satu) titik bor dan sondir.

d. Bangunan Gedung atau pabrik yang luas dengan beban kolom ringan sampai sedang, penempatan titik bor dan sondir cukup pada ke-empat sudut ditambah satu titik ditengah. Sedangkan untuk beban kolom berat dan daerah pantai perlu ditambah titik sondir dan boring.

e. Bangunan berat di tepi laut, seperti dry dock yang sudah ditentukan letaknya, letakkan titik bor dan sondir berjarak 15 meter, dan tempatkan titiktitik bor pada daerah kritis dan rawan erosi.

f. Rencana tembok penahan tanah yang panjang, tempatkan titik bor dan sondir masing-masing berjarak 60 m sepanjang alinemen dinding, dan tambahkan 2 (dua) titik bor atau 2 (dua) titik sondir diluar rencana dinding pada daerah yang dianggap kritis dan rawan longsor.

g. Stabilitas lereng galian dalam (deep cut) atau lereng urugan yang tinggi (high embankment), minimal diperlukan 3 (tiga) titik bor pada titik kritis, sehingga dapat diperoleh potongan geologis yang baik untuk dianalisis, perlu diperlukan beberapa potongan geologis yang disesuaikan dengan kondisi geologi setempat.

h. Perencanaan Bendung atau bendungan, tempatkan titik-titik bor berjarak 60 m sepanjang daerah rencana pondasi, kemudian tambahkan titik-titik bor pada tempat yang kritis, seperti pada rencana spillway, pintu air, terowongan dan sebagainya, sehingga jarak titik bor menjadi 30 m.

i. Rencana dermaga pelabuhan, jetty dan trestle, paling sedikit diperlukan 3 titik bor pada rencana jetty, satu titik bor pada rencana mooring dolphin, dan 2 titik bor yang berjarak 50 sampai 200 m pada rencana trestle.

Meskipun sudah ada acuan tersebut diatas dan sumber-sumber yang lain, penentuan akhir letak dan jumlah titik boring dan sondir tergantung dari tenaga akhli geoteknik yang bersangkutan dan tergantung dari pengalaman yang apernah dilakukan. Hal yang terjadi adalah dibatasi oleh anggaran biaya yang tersedia.

———————————

kurang lebihnya seperti itu yang dibahas di dalam paper tersebut, adapuun referensi lain saya dapatkan di Buku Manual Pondasi Tiang Edisi ke-4, Terbitan DFRI UNPAR Bandung.

pada buku tersebut kurang lebihnya seperti ini penjelasannya : bahasan yang mengenai hal tersebut ada di BAB 3. PENYELIDIKAN GEOTEKNIK UNTUK PERENCANAAN PONDASI TIANG pada Subbab 3.4 Jumlah dan Kedalaman Pemboran

—————————————

Pedoman Penentuan Jarak titik Bor (Sowers, 1979)

Jenis Struktur                             Jarak Titik Bor (m)

Gedung Tinggi                                    15 – 45

Bangunan Industri                          30 – 90

—————————————-

sementara untuk Kedalaman minimumnya yaitu sebagai berikut

——————————————

Kedalaman minimum pemboran (Sowers, 1979)

Jenis Struktur                |           Kedalaman titik bor (m)

Sempit dan Ringan      |                   3 x S^0.7

Luas dan Berat              |                   6 x S^0.7

dimana S adalah Jumlah Lantai

—————————————–

demikian sekilas mengenai Penentuan Letak dan Banyaknya Titik Bor dan Sondir, mudah-mudah SNI Kriteria Perencanaan Geoteknik dan Kegempaan bisa segera rilis sehingga bisa lebih memudahkan dalam mencari referensi terkait standar – standar mengenai geoteknik.

Salam,

MA


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: