Civil Eng

Secara basic pendidikan saya adalah Diploma IV Teknik Sipil, Perancangan Jalan dan Jembatan namun tidak banyak yang saya kuasai mengenai basic skill saya tersebut,

blog akademisi dan teknisi sipil yang sangat saya kagumi adalah blognya Pak Wiryanto Dewobroto, secara tidak langsung beliau menjadi guru saya, meskipun kami tidak pernah berdialog setidanya saya yang membaca beberapa artikel beliau.

dalam masa tidak lagi kuliah, dimana setelah di lapangan banyak hal yang saya temukan yang seharusya saya tanyakan ketika masih kuliah akan tetapi tidak saya tanyakan, dan sekarangpun rasanya agak malu jika ada pertanyaan seperti harus diajukan. karena pertanyaan seperti bukan dari seorang alumni teknik sipil.

sejujurnya saya malu kepada keilmuan saya, meskipun sudah alumni dari sarjana terapan teknik sipil, perancangan jalan dan jembatan rasanya saya belum memiliki skill seperti yang seharusnya di harapakan sebagai lulusan. artinya saya belum cakap untuk ber”perang” di dunia nyata.

berkaitan dengan rasa inferior saya akan kekurang mengertian saya akan dasar-dasar teknik sipil, terkadang karena agak “malu” menanyakan kepada orang lain, maka mau tidak mau saya mencari di buku, atau di internet, setelah dapat sedikit pengetahuan barulah saya mengembangkannya lagi untuk bertanya kepada teman / guru yang saya anggap lebih mengerti.

setelah setahun (2012) kelulusan saya dari kampus, saya baru menyadari bahwa sipil sendiri itu luas, satu subject dalam mata kuliah dulu adalah satu posisi di perusahan konstruksi, contoh estimator, bisa jadi merupakan subject dari mata kuliah Estimasi Biaya, saya kira jika pembaca adalah teknik sipil juga pasti akan mengetahui subject yang lainnya meskipun tentu ada juga posisi lulusan teknik sipil gabungan dari beberapa subject.

harapan saya, dengan basic teknik sipil ini muah-mudahan saya bisa mengembangkan kemampuan saya terlebih dahulu saya bisa bermanfaat bagi diri saya, kemudian orang terdekat (keluarga dan teman dekat), rekan kerja, baru kemudian untuk bisa bermanfaat bagi lingkungan kecil, bahkan kalau memang mampu dan di ijinkan untuk lingkungan yang besar.

dari tulisan blog-nya Pak Wir, banyak saya dapatkan pendalaman pengetahuan saya, beliau juga sangat sistematis dan pandangan saat membahas tentang teknik sipil dan tentang wacana umum ataupun kehidupan itu dilakukan dengan posisinya yang sangat mengetahui batasan, saya percaya bahwa manusia itu semakin terdidik semakin tahu batasan, mungkin sejalan dengan peribahasa “seperti padi, semakin berisi semakin menunduk”.

mudah-mudahan tulisan saya ini bisa mewakili pesan yang ingin saya sampaikan.

salam,

massa

Bendungan Hilir (Lawson Station belakang BRI II)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




James's Files

My notes as a civil engineer

Juang's Blog

Hubungan diatara dua pristiwa.

Gouw - Senior Geotechnical Consultant

Geotechnical Engineering Practices (Indonesia)

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

benusaganiblog

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: